Yogyakarta, Kamis, 05 Maret 2026 – Suasana kebersamaan dan kepedulian sosial terasa begitu hangat di lingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta pada bulan suci Ramadan. Seluruh aparatur pengadilan yang terdiri dari para hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta staf kepaniteraan dan kesekretariatan mengikuti Kegiatan Bakti Sosial Ramadan yang diselenggarakan pada Kamis sore, 05 Maret 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pembagian takjil kepada masyarakat, pengajian bersama, serta buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban.

Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi keluarga besar PTUN Yogyakarta untuk tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual selama Ramadan, tetapi juga meningkatkan rasa kepedulian terhadap masyarakat sekitar serta mempererat tali silaturahmi di antara seluruh aparatur pengadilan. Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 16.30 WIB dengan kegiatan bakti sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat. Para aparatur PTUN Yogyakarta secara langsung turun ke depan kantor pengadilan untuk membagikan paket takjil kepada para pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat, serta masyarakat yang melintas di sekitar area kantor.
Kegiatan berbagi takjil ini disambut dengan antusias oleh masyarakat. Banyak pengendara yang terlihat tersenyum dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh keluarga besar PTUN Yogyakarta. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata nilai kebersamaan dan semangat berbagi di bulan Ramadan yang penuh berkah. Bagi aparatur PTUN Yogyakarta sendiri, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang bermakna karena dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial.
Setelah kegiatan bakti sosial selesai dilaksanakan, seluruh aparatur kemudian berkumpul di ruang pertemuan untuk mengikuti pengajian Ramadan yang menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut. Pengajian menghadirkan penceramah Mahroji Khudori, seorang ustaz yang dikenal dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan inspiratif. Dalam ceramahnya yang mengangkat tema “Menyeimbangkan Karir dan Keluarga Dalam Naungan Iman”, Ustaz Mahroji Khudori menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional di tempat kerja dan peran sebagai anggota keluarga di rumah.

Beliau menekankan bahwa kesuksesan seseorang dalam menjalankan tugas pekerjaan tidak seharusnya mengorbankan keharmonisan keluarga. Banyak orang yang mampu bekerja secara maksimal di kantor, menyelesaikan berbagai tugas dan tanggung jawab, serta memenuhi seluruh arahan pimpinan dengan baik. Namun, tidak jarang ketika pulang ke rumah justru membawa serta beban pekerjaan yang kemudian dilampiaskan kepada keluarga. Dalam penjelasannya, beliau mengingatkan agar setiap individu mampu mengelola emosi serta tekanan pekerjaan dengan baik sehingga tidak berdampak negatif terhadap hubungan keluarga.
“Jangan sampai di tempat kerja semua urusan diselesaikan dengan baik, semua tugas pimpinan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, tetapi ketika pulang ke rumah justru melampiaskan kelelahan dan emosi kepada keluarga,” ujar beliau dalam ceramahnya.
Menurutnya, keluarga merupakan tempat kembali yang seharusnya menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, seseorang perlu memiliki kesadaran untuk memisahkan antara urusan pekerjaan dan kehidupan keluarga agar tercipta keseimbangan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Ceramah tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna, sehingga mampu menyentuh hati para peserta pengajian. Para aparatur terlihat mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias.
Setelah pengajian selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh aparatur PTUN Yogyakarta. Momen buka bersama ini menjadi kesempatan bagi seluruh keluarga besar pengadilan untuk berkumpul, berbagi cerita, serta mempererat hubungan kekeluargaan di luar aktivitas pekerjaan sehari-hari. Suasana kehangatan terasa sangat kental ketika waktu berbuka tiba. Seluruh peserta menikmati hidangan berbuka sambil bercengkerama satu sama lain dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Kegiatan buka bersama ini tidak hanya menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi momen refleksi bersama bagi seluruh aparatur untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan maupun sebagai individu dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga.
Pelaksanaan kegiatan bakti sosial, pengajian, dan buka bersama ini mencerminkan komitmen Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta dalam menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kepedulian sosial, serta kebersamaan di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh aparatur dapat semakin memperkuat hubungan kekeluargaan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi. Selain itu, kegiatan Ramadan ini juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai integritas, empati, serta kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
Dengan semangat berbagi dan kebersamaan yang terus dijaga, keluarga besar PTUN Yogyakarta berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat solidaritas internal sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.





