Bangga MelayaniBerakhlak

PTUN Yogyakarta Ikuti Pagelaran Wayang Kulit HUT Ke-80 Mahkamah Agung RI, “Banjaran Kokrosono” Hadirkan Pesan Luhur Peradilan

Whatsapp image 2025 08 25 at 08.28.31 (1)

Yogyakarta, 22 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-80 Mahkamah Agung Republik Indonesia, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta turut serta mengikuti Pagelaran Wayang Kulit yang diselenggarakan secara daring. Pagelaran kali ini menampilkan format istimewa, yaitu satu layar empat dalang yang secara kolaboratif membawakan lakon klasik “Banjaran Kokrosono”.

Kegiatan yang digelar secara virtual ini tetap mendapat sambutan hangat dari seluruh keluarga besar PTUN Yogyakarta. Para hakim, pejabat struktural dan fungsional, pegawai, hingga PPNPN bersama-sama mengikuti jalannya pertunjukan dengan penuh antusias. Suasana kebersamaan begitu terasa, meskipun kegiatan dilakukan secara daring, karena setiap adegan dalam pagelaran mampu menyatukan perhatian seluruh peserta.

Pagelaran “Banjaran Kokrosono” tidak hanya menghadirkan kisah epik dari tokoh pewayangan, tetapi juga menyelipkan pesan-pesan moral tentang keberanian, pengorbanan, serta keteguhan dalam membela kebenaran. Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat yang diemban oleh Mahkamah Agung dan seluruh jajaran peradilan di Indonesia, yakni menjunjung tinggi integritas, keadilan, serta pengabdian tanpa pamrih.

Whatsapp image 2025 08 25 at 08.28.29 (1)

Dengan format empat dalang dalam satu layar, penampilan ini menghadirkan nuansa baru yang jarang dijumpai dalam pagelaran wayang kulit tradisional. Kolaborasi tersebut menjadi simbol kekompakan dan sinergi yang kuat, sama halnya dengan semangat kebersamaan yang terus dibangun dalam lingkungan peradilan.

Partisipasi PTUN Yogyakarta dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa peringatan HUT Mahkamah Agung tidak hanya diperingati dengan acara seremonial formal, tetapi juga diwarnai dengan sentuhan budaya yang memperkaya makna perayaan. Wayang kulit, sebagai salah satu warisan budaya adiluhung bangsa, menjadi media untuk memperkuat jati diri nasional sekaligus mempererat rasa persaudaraan di antara warga peradilan.

Melalui pagelaran ini, Mahkamah Agung RI ingin menegaskan bahwa lembaga peradilan bukanlah entitas yang kaku, melainkan bagian dari denyut kehidupan masyarakat yang senantiasa menjaga warisan budaya bangsa. Seni dan budaya dijadikan sebagai sarana refleksi, pembelajaran, sekaligus perekat kebersamaan bagi seluruh insan peradilan.

Whatsapp image 2025 08 25 at 08.28.30

Bagi keluarga besar PTUN Yogyakarta, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan setelah rutinitas pekerjaan, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan melalui seni pewayangan. Dengan menghayati kisah Kokrosono, setiap insan peradilan diingatkan kembali pada pentingnya menjaga integritas, keberanian, dan dedikasi dalam menjalankan tugas mulia menegakkan hukum dan keadilan.

Peringatan HUT Ke-80 Mahkamah Agung RI melalui pagelaran budaya ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan meneguhkan komitmen bahwa peradilan tidak terlepas dari akar budaya bangsa. Sejalan dengan semangat tersebut, PTUN Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjunjung nilai-nilai luhur, baik dalam menjalankan fungsi peradilan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.