Yogyakarta, 7 Mei 2026 — Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta menerima kunjungan pembinaan rutin dari Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya pada Kamis (7/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kualitas pelayanan peradilan, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga berjalan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku. Kunjungan pembinaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PTTUN Surabaya, Dr. Dr. Wenceslaus, S.H., M.H., yang hadir bersama rombongan, yakni Hakim Tinggi Indaryadi, S.H., M.H., Panitera Miskini, S.H., M.H., serta Sekretaris Djunaidi, S.T., M.H.

Kegiatan pembinaan berlangsung di lingkungan PTUN Yogyakarta dan dihadiri oleh pimpinan, para hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur pengadilan. Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan namun tetap serius dan produktif, mencerminkan semangat bersama dalam membangun lembaga peradilan yang modern dan terpercaya. Dalam pelaksanaannya, pembinaan difokuskan pada sejumlah aspek strategis yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas kinerja lembaga. Materi pembinaan mencakup penguatan integritas aparatur peradilan, peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan penyelesaian perkara, hingga optimalisasi administrasi peradilan berbasis elektronik. Pembinaan ini menjadi momentum penting bagi seluruh aparatur PTUN Yogyakarta untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas sehari-hari sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.
Dalam arahannya, Wakil Ketua PTTUN Surabaya, Dr. Dr. Wenceslaus, S.H., M.H., menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Oleh karena itu, setiap aparatur dituntut untuk terus menjaga disiplin kerja, etika profesi, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Beliau juga menekankan bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus menjadi prioritas utama seluruh satuan kerja peradilan. Aparatur pengadilan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Selain memberikan arahan strategis, kegiatan pembinaan juga menjadi sarana koordinasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program kerja di lingkungan PTUN Yogyakarta. Berbagai masukan konstruktif disampaikan guna mendorong peningkatan efektivitas kerja dan penguatan tata kelola organisasi. Melalui pembinaan rutin ini, diharapkan sinergi antara Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya dan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta semakin kuat dalam mendukung terwujudnya badan peradilan yang agung, modern, dan terpercaya sebagaimana visi Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen PTUN Yogyakarta untuk terus melakukan perbaikan dan penguatan kelembagaan secara berkelanjutan. Dengan adanya pembinaan dari PTTUN Surabaya, seluruh aparatur diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat. Sebagai institusi peradilan yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, PTUN Yogyakarta menegaskan kesiapannya untuk terus mendukung reformasi birokrasi dan modernisasi sistem peradilan demi terciptanya pelayanan publik yang semakin prima dan berkeadilan.





