Bangga MelayaniBerakhlak

Mengasah Kompetensi Praktis Mahasiswa Hukum, PTUN Yogyakarta Gelar Pembelajaran Intensif dan Simulasi Sidang (Sidang Semu) Selama Dua Hari

Yogyakarta, 30 April 2026 — Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik peradilan, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pembelajaran materi sekaligus praktik persidangan bagi mahasiswa Fakultas Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu, 29 April 2026 hingga Kamis, 30 April 2026, dengan menghadirkan para hakim dan pejabat kepaniteraan sebagai pemateri yang berkompeten di bidangnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori hukum administrasi negara secara konseptual, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana hukum tersebut diimplementasikan dalam praktik peradilan. Suasana ruang sidang dan ruang pembelajaran di PTUN Yogyakarta tampak hidup dengan antusiasme para peserta yang mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian.

Pada hari pertama, Rabu, 29 April 2026, kegiatan diisi oleh sejumlah pemateri yang memiliki pengalaman luas di bidang peradilan tata usaha negara. Hakim PTUN Yogyakarta, Delta Arga Prayudha, S.H., M.H., membuka sesi dengan pemaparan materi yang menekankan pada peran dan kewenangan peradilan tata usaha negara dalam menguji keputusan administrasi pemerintahan. Dalam penjelasannya, beliau menguraikan berbagai aspek penting mulai dari objek sengketa, legal standing para pihak, hingga dinamika pemeriksaan perkara di persidangan.

Selanjutnya, materi diperdalam oleh hakim Nieke Zulfahanum, S.H., M.H., yang memberikan perspektif praktis terkait teknik pemeriksaan perkara serta pendekatan hakim dalam menggali fakta hukum. Penjelasan yang disampaikan secara sistematis dan komunikatif ini membantu mahasiswa memahami bagaimana teori yang mereka pelajari di bangku kuliah diterapkan secara nyata dalam proses peradilan. Tidak hanya dari unsur hakim, materi juga disampaikan oleh jajaran kepaniteraan yang memiliki peran krusial dalam mendukung jalannya persidangan. Panitera Muda Perkara, Rini Haryanti, S.H., menjelaskan secara rinci alur administrasi perkara mulai dari pendaftaran gugatan hingga minutasi. Sementara itu, Panitera Muda Hukum, Rr. Tri Asih Wahyudiati, S.H., M.Kn., memaparkan terkait pengelolaan dokumentasi hukum dan pentingnya tertib administrasi dalam menjaga akuntabilitas lembaga peradilan.

Memasuki hari kedua, Kamis, 30 April 2026, kegiatan dilanjutkan dengan sesi yang tidak kalah menarik, yakni pendalaman materi serta praktik simulasi sidang. Hakim Fajri Citra Resmana, S.H., M.H., menjadi salah satu pemateri utama yang memberikan wawasan mengenai teknik persidangan, termasuk bagaimana hakim memimpin jalannya sidang secara objektif dan profesional. Materi juga diperkuat oleh Aslamia, S.H., yang turut memberikan penjelasan terkait aspek teknis dan prosedural dalam proses beracara di PTUN. Kehadiran kembali Panitera Muda Perkara Rini Haryanti, S.H., dan Panitera Muda Hukum Rr. Tri Asih Wahyudiati, S.H., M.Kn., memberikan kesinambungan materi sehingga mahasiswa dapat memahami secara utuh keterkaitan antara aspek administrasi dan persidangan.

Tak ketinggalan, Panitera Mohammad Zahid, S.H., M.H., turut memberikan kontribusi melalui pemaparan yang menitikberatkan pada peran panitera dalam memastikan tertibnya jalannya persidangan serta akurasi pencatatan proses hukum. Penjelasan ini semakin melengkapi pemahaman mahasiswa mengenai struktur dan fungsi aparatur peradilan secara menyeluruh. Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan simulasi sidang yang melibatkan mahasiswa secara langsung. Dalam sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan peran sebagai hakim, penggugat, tergugat, maupun kuasa hukum. Simulasi ini tidak hanya melatih kemampuan analisis hukum, tetapi juga keterampilan berbicara, argumentasi, serta pemahaman terhadap etika persidangan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif. Para mahasiswa terlihat sangat antusias, aktif bertanya, serta berpartisipasi dalam setiap sesi yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia praktik hukum yang sesungguhnya.

Melalui kegiatan ini, PTUN Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum, khususnya bagi generasi muda. Sinergi antara lembaga peradilan dan institusi pendidikan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menciptakan lulusan hukum yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap terjun ke dunia profesional dengan kompetensi yang mumpuni.