Bangga MelayaniBerakhlak

PTUN Yogyakarta Gelar Pembukaan Lomba HUT ke-80 RI dan Mahkamah Agung, Kobarkan Semangat Antigratifikasi Menuju Peradilan Merdeka

Whatsapp image 2025 07 29 at 08.07.02

Yogyakarta, 29 Juli 2025 — Suasana penuh semangat kemerdekaan menyelimuti lingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta saat secara resmi menggelar kegiatan Pembukaan Lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan momentum membangkitkan semangat kebangsaan dan meneguhkan kembali komitmen aparatur peradilan terhadap nilai-nilai integritas, kejujuran, dan profesionalisme.

Dengan mengusung tema reflektif dan menggugah:“Suap dan Gratifikasi Membelenggu Diri. Lepaskan Belenggu, Bebaskan Diri. Merdeka Peradilanku, Merdeka Indonesiaku,”PTUN Yogyakarta menyampaikan pesan kuat kepada seluruh aparatur dan masyarakat bahwa perjuangan kemerdekaan masa kini bukan lagi melawan penjajahan fisik, tetapi menghadapi tantangan praktik-praktik korupsi dan gratifikasi yang dapat mencederai wibawa institusi peradilan.

Ketua PTUN Yogyakarta, Dr. Nelvy Christin, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba dan peringatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan HUT RI dan Mahkamah Agung, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai antigratifikasi dan penguatan budaya kerja yang bersih. “Kemerdekaan sejati bagi lembaga peradilan adalah ketika kita mampu menjaga integritas, menolak segala bentuk intervensi, dan berdiri kokoh sebagai penjaga keadilan,” ungkap beliau.

Whatsapp image 2025 07 29 at 08.07.04

Rangkaian kegiatan lomba yang diluncurkan mencakup berbagai cabang, baik yang bersifat olahraga, seni, kekompakan tim, maupun lomba tematik antigratifikasi, seperti pembuatan poster, orasi integritas, hingga lomba kreatif bertema Zona Integritas dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Seluruh kegiatan dirancang untuk melibatkan semua unsur, dari hakim, pegawai struktural dan fungsional, staf pelaksana, CPNS, hingga PPNPN, sehingga tercipta iklim kebersamaan dan semangat kolektif membangun lembaga peradilan yang merdeka dan bersih.

Pembukaan lomba berlangsung meriah dengan penuh semangat nasionalisme, ditandai dengan pelepasan balon dan penampilan yel-yel antigratifikasi yang menggugah. Selain itu, disampaikan pula pesan moral untuk selalu menjauhi segala bentuk gratifikasi, yang dinilai sebagai “belenggu” moralitas dan profesionalisme. Seruan “Lepaskan belenggu, bebaskan diri” menggema sebagai komitmen bersama dalam membangun zona integritas secara menyeluruh di lingkungan PTUN Yogyakarta.

Whatsapp image 2025 07 29 at 08.07.08 (2)

Semangat “Merdeka Peradilanku, Merdeka Indonesiaku” menjadi napas dari seluruh rangkaian kegiatan, yang mengajak seluruh aparatur untuk memahami bahwa pengabdian di bidang peradilan adalah bagian dari perjuangan mewujudkan cita-cita kemerdekaan: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, PTUN Yogyakarta berharap nilai-nilai kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara simbolik, tetapi benar-benar diinternalisasi dalam praktik kerja sehari-hari. Momen peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peradilan yang merdeka hanya akan lahir dari pribadi-pribadi aparatur yang bebas dari pengaruh, teguh pada etika, dan menjunjung tinggi integritas. Sebagai penutup, Ketua PTUN Yogyakarta menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 RI dan MA ini menjadi tonggak perjuangan baru bagi seluruh insan peradilan: perjuangan melawan korupsi, membangun budaya antigratifikasi, dan memperkuat lembaga peradilan sebagai benteng keadilan dalam negara hukum yang demokratis.