Yogyakarta, 1 Oktober 2026 — Suasana berbeda terasa di lingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta pada Kamis pagi, 1 Oktober 2026. Seluruh pimpinan, hakim, serta aparatur PTUN Yogyakarta berkumpul untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Dengan mengenakan pakaian dinas sesuai ketentuan, seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh khidmat dan menunjukkan semangat kebangsaan. Upacara yang dilaksanakan di lingkungan PTUN Yogyakarta tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi seluruh aparatur untuk merefleksikan kembali pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari lembaga peradilan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua PTUN Yogyakarta, Rut Endang Lestari, S.H., M.H. memimpin langsung jalannya upacara. Sementara itu, Zakka Hanif Mustofa dipercaya sebagai Komandan Upacara yang bertugas mengatur jalannya seluruh rangkaian kegiatan agar berlangsung tertib dan sesuai dengan susunan acara. Sejak upacara dimulai, seluruh peserta tampak mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Barisan pimpinan, hakim, pejabat struktural, pejabat fungsional, serta aparatur PTUN Yogyakarta berdiri dengan tertib mengikuti setiap tahapan upacara. Penghormatan kepada bendera Merah Putih dan rangkaian penghormatan lainnya menjadi bagian dari suasana khidmat yang terasa sepanjang pelaksanaan kegiatan. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Bagi aparatur negara, momentum tersebut dapat menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan pelaksanaan tugas sehari-hari. Nilai persatuan, kemanusiaan, keadilan, serta penghormatan terhadap hak dan kewajiban menjadi prinsip yang relevan dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam lingkungan peradilan, semangat tersebut memiliki makna tersendiri. Setiap tugas yang dilaksanakan aparatur pada akhirnya berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan penyelenggaraan pelayanan publik. Karena itu, nilai-nilai kebangsaan tidak cukup hanya diingat ketika mengikuti upacara, tetapi juga perlu tercermin dalam sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan cara memberikan pelayanan. Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan aparatur dalam upacara tersebut juga menunjukkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi ruang bersama bagi seluruh keluarga besar PTUN Yogyakarta. Tidak ada sekat antara pimpinan, hakim, maupun aparatur lainnya ketika berdiri dalam satu barisan sebagai bagian dari institusi yang sama. Momentum tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya dibangun melalui aturan dan sistem kerja, tetapi juga melalui kebersamaan orang-orang yang berada di dalamnya. Ketika setiap aparatur memahami peran masing-masing dan memiliki semangat yang sama dalam menjalankan tugas, berbagai pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lebih terarah.

Bagi PTUN Yogyakarta, semangat memperingati Hari Kesaktian Pancasila juga selaras dengan upaya membangun lingkungan kerja yang profesional dan berintegritas. Sebagai lembaga peradilan, kepercayaan masyarakat menjadi sesuatu yang harus dijaga melalui perilaku aparatur dan kualitas pelayanan yang diberikan. Pancasila mengajarkan pentingnya kehidupan berbangsa yang menjunjung nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial. Nilai tersebut dapat diterjemahkan dalam lingkungan kerja melalui sikap saling menghormati, membangun komunikasi yang baik, melaksanakan pekerjaan secara bertanggung jawab, serta memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan masyarakat. Pelaksanaan upacara juga menjadi pengingat bahwa aparatur negara memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menyelesaikan pekerjaan administratif. Setiap tugas yang dilakukan merupakan bagian dari upaya negara memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, profesionalitas dan integritas menjadi dua hal yang harus berjalan beriringan.
Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Momen tersebut menjadi penutup sekaligus simbol kebersamaan seluruh keluarga besar PTUN Yogyakarta dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Peringatan tahun ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Oktober. Lebih jauh, momentum tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh aparatur PTUN Yogyakarta untuk terus membawa semangat Pancasila dalam menjalankan tugas masing-masing. Mulai dari memberikan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan pekerjaan administrasi, menjalankan fungsi peradilan, hingga menjaga hubungan kerja di lingkungan kantor, setiap tindakan memiliki peran dalam membentuk wajah institusi. Sikap sederhana seperti disiplin, jujur, bertanggung jawab, menghargai rekan kerja, serta memberikan pelayanan dengan baik merupakan bentuk nyata dari nilai-nilai yang terus dijaga.

Hari Kesaktian Pancasila akhirnya menjadi momentum untuk kembali berhenti sejenak dan melihat bahwa tugas sebagai aparatur tidak hanya berbicara mengenai target pekerjaan. Di balik setiap tugas terdapat tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan, memberikan pelayanan secara adil, dan ikut membangun institusi yang dapat diandalkan. Dengan semangat tersebut, keluarga besar PTUN Yogyakarta menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen dalam menjalankan tugas. Semangat kebangsaan diharapkan terus hidup dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya ketika bendera Merah Putih dikibarkan dalam upacara. Dari halaman kantor PTUN Yogyakarta, semangat itu kembali diteguhkan: Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, tetapi nilai yang perlu hadir dalam cara bekerja, melayani, dan menjalankan amanah sebagai aparatur negara.





