Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Suasana hangat dan penuh apresiasi mewarnai kegiatan Penarikan Mahasiswa Program Magang Berdampak Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang telah melaksanakan magang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 23 Juni 2026 tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian program magang yang telah dilaksanakan sejak 23 Maret hingga 26 Juni 2026 sesuai dengan kalender akademik Tahun Akademik 2025/2026. Bertempat di Ruang Sidang Pemeriksaan Persiapan PTUN Yogyakarta, kegiatan penarikan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, refleksi, dan penghargaan atas perjalanan pembelajaran yang telah dilalui para mahasiswa selama kurang lebih tiga bulan berada di lingkungan peradilan tata usaha negara.
Program Magang Berdampak ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman untuk terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas kerja di lingkungan PTUN Yogyakarta. Selama masa magang, mahasiswa ditempatkan pada seluruh bagian Kepaniteraan maupun subbagian Kesekretariatan sehingga memperoleh pengalaman yang komprehensif mengenai tata kelola lembaga peradilan, administrasi perkara, pelayanan publik, hingga pengelolaan organisasi peradilan modern. Kegiatan penarikan dihadiri oleh Hakim Pembimbing Magang sekaligus mewakili pimpinan PTUN Yogyakarta, Ibu Rizki Ananda, S.H., M.H., Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Ibu Syarafina Dyah Amalia, S.H., M.H., Sekretaris PTUN Yogyakarta, Ibu Theodora Ririk Budi Lestari, S.T., M.H., serta Kepala Sub Bagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana PTUN Yogyakarta, Bapak Mujikaryanto, S.Pd.

Dalam sambutannya, Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Ibu Syarafina Dyah Amalia, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PTUN Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan belajar yang sangat berharga bagi para mahasiswa. Beliau mengungkapkan bahwa program magang tidak hanya menjadi sarana untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga merupakan wadah pembentukan karakter, etika profesi, dan peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman nyata di dunia kerja. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh seluruh jajaran PTUN Yogyakarta.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa berakhirnya masa magang bukan berarti berakhir pula hubungan baik yang telah terjalin antara Universitas Jenderal Soedirman dan PTUN Yogyakarta. Sebaliknya, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari peluang kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan magang terdapat sikap, perilaku, maupun tutur kata mahasiswa yang kurang berkenan. Hal tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas bimbingan dan kesempatan yang telah diberikan oleh PTUN Yogyakarta.
Sementara itu, Hakim Pembimbing Magang sekaligus mewakili pimpinan PTUN Yogyakarta, Ibu Rizki Ananda, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat belajar yang ditunjukkan oleh seluruh mahasiswa selama menjalani program magang. Menurut beliau, para mahasiswa telah menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti berbagai kegiatan yang ada di lingkungan pengadilan. Selain memperoleh materi mengenai kelembagaan dan hukum acara Peradilan Tata Usaha Negara, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung persidangan yang terbuka untuk umum sehingga dapat memahami praktik peradilan secara nyata.

Beliau menjelaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi mahasiswa hukum karena mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik hukum yang sesungguhnya di lapangan. “Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya memahami bagaimana hukum diterapkan, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses administrasi, pelayanan publik, serta mekanisme persidangan berjalan dalam lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal yang berharga untuk masa depan mereka,” ungkap beliau.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PTUN Yogyakarta, Ibu Theodora Ririk Budi Lestari, S.T., M.H., memberikan motivasi dan pesan kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga kesehatan serta terus meningkatkan kualitas diri. Beliau menekankan bahwa kesehatan merupakan modal utama untuk mencapai produktivitas dan keberhasilan, baik selama menjalani pendidikan maupun ketika nantinya memasuki dunia kerja. Selain itu, beliau berharap seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat, serta passion masing-masing. Menurut beliau, pengalaman magang di PTUN Yogyakarta diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami dinamika dunia kerja yang sesungguhnya, sehingga ketika lulus nanti mereka telah memiliki kesiapan mental, keterampilan, dan wawasan yang lebih matang.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Bagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana PTUN Yogyakarta, Bapak Mujikaryanto, S.Pd., turut memberikan arahan kepada para mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kedisiplinan sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam dunia kerja. Beliau menegaskan bahwa kemampuan akademik yang baik harus diimbangi dengan sikap disiplin, tanggung jawab, dan integritas yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama yang akan menentukan keberhasilan seseorang dalam menjalankan profesinya di masa mendatang.

Selama mengikuti program magang di PTUN Yogyakarta, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai aspek penyelenggaraan peradilan, mulai dari administrasi perkara, pengelolaan arsip, pelayanan terpadu satu pintu, teknologi informasi peradilan, hingga pengelolaan administrasi kesekretariatan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sebuah lembaga peradilan menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Program Magang Berdampak sendiri merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan institusi pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas kerja di lingkungan PTUN Yogyakarta, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, etika profesi, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai sistem peradilan di Indonesia.
Kegiatan Penarikan Mahasiswa Magang Berdampak Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kenangan atas perjalanan belajar yang telah dilalui bersama. Dengan berakhirnya program magang ini, PTUN Yogyakarta berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di lingkungan peradilan dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam meniti karier dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen PTUN Yogyakarta dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang kelak akan menjadi bagian penting dalam pembangunan hukum dan penegakan keadilan di Indonesia.





