Bangga MelayaniBerakhlak

Kunjungan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ke PTUN Yogyakarta: Pemahaman Mendalam tentang Persidangan Elektronik dan Konvensional

Yogyakarta, 28 Mei 2024 – Sebanyak 150 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengunjungi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta dalam sebuah acara edukatif yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang proses persidangan di PTUN. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di ruang sidang utama PTUN Yogyakarta dan dipandu oleh Hakim PTUN Yogyakarta, Bapak Dedi Wisudawan Gamaldi, S.H., M.Kn., serta Ibu Anita Linda Sugiarto, S.Tp., S.H., M.H.

Ruang sidang utama PTUN Yogyakarta dipenuhi oleh antusiasme para mahasiswa yang bersemangat mengikuti kegiatan ini. Kehadiran 150 mahasiswa membuat suasana ruang sidang menjadi hidup dan penuh semangat belajar.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Bapak Dedi Wisudawan Gamaldi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi aktif mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dan menekankan pentingnya memahami mekanisme persidangan, baik secara elektronik maupun konvensional. “Kami sangat senang dan bangga bisa menerima kunjungan dari mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Harapan kami, kunjungan ini dapat memberikan wawasan baru dan memperdalam pemahaman kalian tentang proses hukum di PTUN,” ujar Dedi Wisudawan.

Sesi pertama dimulai dengan pemaparan oleh Ibu Anita Linda Sugiarto mengenai persidangan elektronik di PTUN Yogyakarta. Beliau menjelaskan bahwa persidangan elektronik telah diterapkan untuk berbagai tahapan persidangan, termasuk Gugatan, Jawaban, Replik, Duplik, Kesimpulan, dan Putusan. Sistem Informasi Persidangan yang digunakan memudahkan para pihak dalam mengakses dan mengelola berkas perkara secara efisien.

“Melalui persidangan elektronik, proses administrasi perkara menjadi lebih cepat dan transparan. Para pihak bisa mengunggah dokumen dan mengakses berkas perkara dari mana saja dan kapan saja,” jelas Anita Linda Sugiarto. Beliau juga menunjukkan cara kerja sistem ini melalui demonstrasi langsung, yang membuat para mahasiswa dapat melihat secara nyata bagaimana teknologi diterapkan dalam proses hukum di PTUN.

Pada sesi kedua, Bapak Dedi Wisudawan Gamaldi melanjutkan dengan menjelaskan prosedur persidangan konvensional yang masih digunakan untuk tahapan Pemeriksaan Persiapan dan Pembuktian. Beliau menekankan bahwa meskipun teknologi telah banyak membantu, beberapa proses tetap memerlukan kehadiran fisik untuk memastikan keabsahan dan kejelasan pembuktian.

“Persidangan konvensional masih penting, terutama dalam pemeriksaan saksi dan bukti fisik yang memerlukan verifikasi langsung. Kehadiran para pihak dan hakim secara langsung memberikan kejelasan dan validitas dalam proses persidangan,” ungkap Dedi Wisudawan. Beliau juga memberikan contoh kasus nyata yang pernah ditangani dan bagaimana proses pemeriksaan konvensional dilakukan.

Setelah kedua sesi materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang sangat interaktif. Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar persidangan di PTUN, baik yang bersifat teknis maupun prosedural. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencakup berbagai topik, mulai dari prosedur pengajuan gugatan, peran hakim dalam persidangan, hingga bagaimana teknologi mempengaruhi efisiensi proses persidangan.

Ibu Anita Linda Sugiarto menjelaskan bahwa tantangan utama adalah memastikan semua pihak terampil menggunakan teknologi yang ada. “Kami sering menghadapi kendala teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil atau ketidaktahuan pengguna tentang cara mengoperasikan sistem. Untuk mengatasi hal ini, kami rutin mengadakan pelatihan dan memberikan panduan yang mudah dipahami,” jelasnya.

Acara ditutup dengan pesan dari Bapak Dedi Wisudawan Gamaldi yang mendorong para mahasiswa untuk terus belajar dan memahami hukum dengan baik. “Kami berharap kunjungan ini dapat memotivasi kalian untuk lebih mendalami ilmu hukum dan memahami praktiknya. Jadilah generasi muda yang berkompeten dan berintegritas dalam penegakan hukum,” tutup Dedi Wisudawan.

Kunjungan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ke PTUN Yogyakarta ini memberikan pengalaman berharga dan pemahaman mendalam tentang proses persidangan, baik secara elektronik maupun konvensional. Para mahasiswa pulang dengan pengetahuan baru dan semangat yang lebih besar untuk mengeksplorasi dunia hukum. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjembatani teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan, sehingga mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja.