(Yogyakarta, 18/03/2021) Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya Dr. Istiwibowo, SH. MH  melakukan kunjungan kerja ke Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta dari tanggal 17 Maret s/d 19 Maret 2021, dalam rangka kegiatan Pembinaan. Dalam kunjungan tersebut beliau didampingi oleh Penitera Pengadilan Drs. Sampirin Hadi S., S.H., M.H. dan Sekretaris Mardius Septiadi, S.H. Kedatangan Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya langsung disambut oleh Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta Herisman, S.H., S.Sos, M.AP, M.H didampingi oleh seluruh Hakim, pejabat fungsional kepanitaran dan struktural. Setibanya dalam kunjungan tersebut langsung melakukan inspeksi ke seluruh bagian, dalam rangka monitoring proses layanan serta proses bisnis kegiatan pengadilan, mulai dari Bagian front office Layanan Terpadu Satu Pintu sampai ke bagian-bagian lain terkait proses penyelesaian layanan atau back office.

Setelah selesai melakukan kegiatan pemantuan atau inspeksi seluruh kegitan layanan, Yang Mulia Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya langsung melakukan kegiatan Pembinaan yang diadakan di ruang Sidang Utama  dan dihadiri oleh seluruh Hakim dan Pegawai. Mengawali kegiatan tersebut Yang Mulia mengingatkan kembali akan pentingnya untuk mengedapankan integritas dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur pengadilan. Sesuai Maklumat Ketua Mahkamah Agung Nomor 01/Maklumat/KMA/IX/2017 tentang Pengawasan Dan Pembinaan Hakim, Aparatur Mahkamah Agung Dan Badan Peradilan Dibawahnya, bahwa Ketua Mahkamah Agung memerintahkan kepada seluruh Pimpinan Pengadilan secara berjenjang agar meningkatkan efektifitas pencegahan terjadinya penyimpangan dan memastikan sudah tidak ada lagi tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh Hakim dan segenap aparatur Pengadilan.

Selanjutnya Yang Mulia menyampaiakan hal-hal terkait tugas pokok dan fungsi lembaga pengadilan, dalam rangka upaya peningkatan kualitas Tata Kelola Lembaga. Lembaga Pengadilan Harus dikelola secara prudent atau hati-hati, harus selalu berpedoman semua ketentuan peraturan yang ada untuk pencegahan terjadinya penyimpangan dan selalu menjaga kulitas layanan yang diberikan kepada pencari layanan. Penerapan Zona Steril untuk mencegah terjadinya interaksi secara sembunyi-sembunyi antara Aparatur Pengadilan dengan pencari layanan tetap harus terjaga, untuk menghindari terjadinya layanan secara tertutup yang dapat memicu terjadinya penyimpangan. Terlebih lagi bagi Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta yang dalam proses untuk meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi, semua hal-hal yang terkait upaya pencegahan terjadinya penyimpangan harus secara terus-menerus dan konsisten untuk dijalankan.

Pembinaan selanjutnya disampaiakan oleh Panitera Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya yang secara garis besar menyampaian agar semua rekomendasi dari hasil pengawasan ataupun monitoring evaluasi pengawasan untuk segera ditindaklanjuti dan  selanjutnya disampaiakn pula terkait binis proses pemeriksaan perkara secara e-court. Sesi pembinaan selanjutnya disampaiakan oleh Sekretaris Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya yang pada pokoknya disampaiakan agar tata kelola pengadilan bidang kesekretariatan untuk selalu ditingkatkan, khususnya untuk tata kelola keuangan dan barang, karena ini sangat rawan terjadinya penyimpangan. Kemudian acara pembinaan langsung dilaksanakan di lapangan atau bagian-baian unit di Pengadilan baik itu di Kepaniteraan maupun kesekrtariatan. (bs)

 

   
   

Link Terkait  

   

Informasi Cepat  

 

 

   

Pedoman Gugatan  

   

Lokasi PTUN YOGYAKARTA Samping  

   

Statistik Website  

815048
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Semua Hari
327
572
4242
404867
20675
22667
815048
IP Anda: 3.236.117.38
2021-06-25 07:52
   
© Copyright © 2019 Tim - IT Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta